Kronologis Aksi Demo
Kamis, 9 September 2004
Masa berkumpul di Universitas Cenderawasih (kampus Lama-Abepura) Pada pukul 09:00 WPB, yang dilanjutkan orasi sampai Pukul 10:30 WPB dalam orasi ini yang menjadi orator adalah Jefri.P dan Japta intinya Menuntut Kebsahan pelaksanaan Pepera yang cacat Hukum. Kemudian Pada Pukul 10:35 Para peserta demontrasi melakukan Long Mars dari Universitas Cenderawasih.... sampai ke Gedung Otonomi (Kotaraja), Hal ini menyebabkan arus lalulintas
Macet karena para demonstran menutupi jalan raya, dari Otonom naik Trek 4
buah sampai didepan Gedung Kesenian (Imbi)Jayapura (Pada pukul 12:30
sampai 12:45) masa turun dan menyampaikan Orasi Penyadaran Politik kepada
massa, ibu-ibu Papua, Bapak-Bapak Papua yang turut serta menyaksikan aksi
anak-anak mereka dan selesai Pada pukul 12:45 masa naik trek dan menuju
Kantor KPU Provinsi Papua, setelah tiba di KPU dilanjutkan dengan orasi
Politik yang disampikan oleh Bapak Filep Karma, Jefri, dan setelah itu
dilanjutkan dengan pembacaan Statement Politik oleh Jusak Pakage.
Setelah para demonstran diterima oleh Ketua KPU Provinsi Papua (Ferry
Karet. SH. M.Hum ) masa menutut :
1. Segera Kedua Capres menentukan agenda yang jelas, pasti dan tepat
untuk mengadakan Dialog Internasional untuk membahas PEPERA Ulang.
2. Mendesak Kedua Capres segera menjelaskan strategi proses penyelesaian
masalah Papua sebelum tanggal 20 September 2004.
3. Jika Point tersebut diatas tidak diindahkan maka kami Bangsa Papua
akan "BOIKOT" Pemilihan Presiden putaran kedua.
Kemudian orator dari Korwil AMP-NUMBAY yang sekaligus sebagai Penanggung
Jawab Kegiatan Demonstrasi ini, mempertanyakan Ketua KPU "Apakah Kedua
Capres ini menjamin Kesejahteraan Rakyat Papua atau Hanya untuk mencari
suara karena, KPU dan Gubernur Papua merupakan bagian dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang sudah Terkontaminasi dengan Uang dan
Perempuan untuk menyukseskan Pemilu.
Disamping itu, salah seorang Aktivis Putri Papua sementara membawa
Karangan Bunga sebagai "TURUT BERDUKA CITA" atas Meninggalnya Salah
seorang aktivis Kontras Pusat Bapak Munir yang telah meninggal pada saat
dalam perjalanan menuju Belanda.
Setelah itu dilangsungkan dengan Jumpar PERS yang menjadi Juru Bicara adalah Jefri. Demonstrasi ini berakhir pada PUkul 13:00 WIT.
Para Demonstran melakukan Long Mars dari Kantor Gubernur Dok II menuju Taman Imbi, Akibatnya seluruh ruas jalan dipenuhi oleh massa yang menutupi sepanjang jalan-jalan hal ini, membuat kendaraan macet total sepanjang Lampu Merah ke Jalan Kantor DPRD Provinsi Papua sementara para demonstran berjalan bergandengan tangan berjalan pelan yang diikuti oleh ratusan kendaraan roda dua, dan empat serta jalan macet hingga massa berkumpul di Imbi Pukul 14:00 WPB.
Setelah tiba di Imbi terjadi Insiden yang menyebabkan seorang anggota Polisi kena Pukulan massa karena berusaha mengacaukan massa yang sedang melakukan Long Mars di Imbi, namun hal ini dapat diatasi karena Pihak Kepolisian Papua (Polda dan Polres ) jayupura yang telah melakukan kesalahan. Akibat ini pihak Kepolisian mengalami kesulitan dan kewalahan dalam menangani massa yang akan kembali ke Abepura.
Adapun massa yang hadir sebanyak 317 orang serta pihak keamanan dengan 150 an personil Polisi ikut mengamankan KPU.
Akhirnya massa dengan menggunakan 2 truk menuju Lingkaran Abepura hingga Pukul 16:00 WPB Sore hari ini.
Pernyataan Sikap
Fakta dan sejarah adalah kebenaran sehingga usaha rekayasa itu tidak akan berhasil menaipulasi fakta dan sejarah. Orang Papua itu kulit hitam dan rambut keriting, yang merupakan ras melaneysia bukan ras melayu. Pulau Papua terletak di Pasifik Selatan bukan di Asia Tenggara.
Sesuai dengan Resolusi PBB No. 746 Tahun 1960 negara-negara anggota PBB berwajib memberikan kemerdekaan kepada daerah-daerah jajahan termasuk Netherland. Sehingga Belanda memberikan kebebasan pada tanggal 1 Desember 19961 telah deklarasikan Kemerdekaan Papua Barat, namun penyerangan-penyerangan yang dilakukan oleh RI ditanah Papua membuat kondisi tidak aman sehingga Perjanjian New York pada tanggal 15 Agustus 1962 antara Indonesia, Belanda, Amerika Serikat dan PBB tanpa melibatkan orang Papua sehingga pada tahun 1969 adakan penentuan pendapat rakyat (PEPERA) dibawah kekuasaan militer Indonesia yang siap membantai orang Papua jika tidak mangakui Indonesia sehingga terjadi manipulasi suara Rakyat Papua.
Sejak Tahun 1969 sampai hari ini penganiayaan, penyiksaan, pembunuhan dan intimidasi di tanah Papua berlangsung sampai hari ini. Supremasi hukum tidak pernah ditegakkan, demokrasi ditanah Papua diganti dengan Pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM). Dengan demikian kami tidak yakin dengan kedua Capres yaitu Mega dan Susilo Bambang Yudoyono. Sehingga pada saat ini kami Bangsa Papua minta kepada kedua Capres:
Segera Kedua Capres menentukan agenda yang jelas, pasti dan tepat
untuk mengadakan Dialog Internasional untuk membahas PEPERA Ulang.
2. Mendesak Kedua Capres segera menjelaskan strategi proses penyelesaian
masalah Papua sebelum tanggal 20 September 2004.
3. Jika Point tersebut diatas tidak diindahkan maka kami Bangsa Papua
akan "BOIKOT" Pemilihan Presiden putaran kedua.
Demikian Pernyataan ini dibuat untuk dimaklumi
Port Numbay, 9 September 2004
1.AMP-NUMBAY
2. Komite solidaritas Papua
3. Tapol / Napol
4. Perempuan Papua
5. Pemuda Papua
6. LMD Papua



Recent comments
1 year 21 weeks ago
1 year 24 weeks ago
1 year 32 weeks ago
1 year 44 weeks ago
1 year 44 weeks ago
1 year 45 weeks ago
2 years 2 weeks ago
2 years 16 weeks ago
2 years 16 weeks ago
2 years 33 weeks ago